My Ultimate Fashion Critics

Hello !

Hari ini saya kembali bekerja setelah libur panjang selama 4 hari. Ada kejadian lucu hari ini, dan yang lucu itu saya, oh iya ini bukan lucu dalam arti kata "cute", ini adalah lucu dalam kata "silly" akan agak melipir kearah lucu karena kebodohan yang saya perbuat. Anak-anak pasti mengira saya sedang melucu dengan apa yang saya kenakan hari ini.

Sebenarnya tidak ada yang aneh secara keseluruhan. Saya pakai celana panjang hitam dan kaos panjang biru dongker yang biasa saya kenakan sehari-hari, yang aneh bagi mereka adalah kerudung yang saya kenakan hari ini.

Biasanya saya selalu memakai kerudung instan, apalagi kalau saya terlambat dan sangat kesiangan, kadang saya tidak melihat kecocokan antara baju dan kerudung. Saya sering sekali memakai kaos oranye dan kerudung biru muda tiap olahraga, apakah matching ? jelas tidak, tapi saya nyaman memakainya.
Terkadang saya juga memakai kerudung segitiga jika saya masih memiliki waktu untuk bongkar kerudung dan pasang peniti, tapi jarang karena saya ingin cepat (yang berarti kerudungnya cukup satu lapis) tapi saya juga ingin nyaman (yang berarti kerudungnya harus dua lapis). Sulit sekali mencari kerudung satu lapis yang panjang menutup sampai ke dada dan memakai kerudung dua lapis menyita waktu yang panjang, karena itu saya hanya memakainya sesekali.

Hari ini saya menggunakan pasmina pemberian mbak Yani, sepupu-ipar saya ketika saya singgah ke Cirebon kemarin. Warnanya sepadan dengan baju yang saya kenakan. Saya yang tidak pernah menggunakan kerudung gaya lilit-lilit ke sekolah cukup PD dengan penampilan saya, toh di sekolah guru-guru lain juga sering pakai kerudung gaya itu.

Tahukah kawan apa yang terjadi ketika saya sampai di kelas ?
Saya tahu kami akan sedikit heboh karena sudah 4 hari tidak bertemu. Beberapa anak dikelas saya cenderung dramatis menyikapi sesuatu, seperti ibu gurunya ini. Tapi ternyata heboh hari ini bukan hanya karena rindu. Salah satu murid saya berteriak "aaaah, ibu kok aneh".
Saya langsung berpikir ini tentang kerudung saya. Namun masih menyikapi dengan penuh PD nya. Satu dua murid saya terus berkomentar namun saya masih memulai jam awal (waktu untuk pembuka, silent reading dan ngaji) dengan amat amat PD, hingga akhirnya saya bertanya kepada salah satu murid saya yang saya yakin jawabannya objektif dan jujur, "kerudung bu Asri rapi ga ?" dia malu-malu menjawab "Rapi sih bu, tapi muka ibu bulet banget".

Wah. Ini darurat. Saya jadi tidak PD dan pergi ke dapur untuk merubah gaya kerudung saya. Anak-anak masih tidak sadar yang berarti gaya ini masih sama bulat dan anehnya di wajah saya.

Jam istirahat saya kembali dan membetulkan didepan kaca. Ketika masuk kelas salah satu anak mengacungkan dua jempolnya dan berkata "Nah, bagus bu, udah ga bulet lagi".

Anak-anak dikelas memang selalu jujur, bahkan kelewat jujur. Mereka tidak risih memberi kritik kepada saya ketika saya melakukan kesalahan dan bekerja bersama anak-anak super ini membuat saya mau tak mau harus memutus syaraf yang berhubungan dengan rasa tersinggung dan terlalu perasa. Well, foto-foto yang saya posting disini adalah foto setelah saya merapikan kerudung legendaris hari ini. Fotonya diambil dari screenshot video yang direkam Abin ketika jam istirahat. :) Well yang pasti dikemudian hari saya akan berpikir 10x lebih lama jika ingin kembali mengenakan kerudung ini ke sekolah.

Monday Expectation vs Monday Reality

0 comment

leave yout comment here :)