Kisah Penutup Tahun - Bagian 2 dari 5

Selamat Tahun Baru!

Tulisan ini sejatinya saya niatkan untuk dipos ke Instagram lepas perjalanan 7 hari 6 malam menjelajahi Jawa Timur. Saya membuat 5 bagian agar tak terlalu panjang dan enak dibaca, tapi ternyata bahkan 1 bagian tulisan ini tak cukup jika semuanya dipos dalam satu postingan, akhirnya saya memosting semuanya di blog.
Selamat membaca teman-teman.

---------
(2/5)

Beberapa waktu lalu, ketika saya terjangkit insomnia parah, baru bisa tidur lepas jam tiga atau bahkan tak tidur sama sekali, pagi-pagi langsung pergi bekerja, saya iseng membuka-buka kelas daring yang ditawarkan EdX, sebuah aplikasi/Web penyedia kelas-kelas dari Universitas terkemuka di seluruh dunia, seluruh kelasnya gratis dan kita hanya perlu membayar saat kita ingin mendapatkan sertifikat dari kelas tersebut.

Saya tertarik pada satu kelas yang ditawarkan Universitas Michigan, judulnya amat menarik, "Storytelling for Social Change". Video pengantar kelas ini menjelaskan tentang otak kita yang cenderung "tidak mudah" dirubah begitu saja melalui perintah dan himbauan. Namun, melalui cerita dan penyampaiannya yang menarik, otak dan perasaan kita cenderung tergerak dan ingin terlibat lebih jauh. Agak sulit untuk menjelaskan secara rinci karena sayapun belum tuntas menghabiskan semua tugas dan bahan kelas ini :).

Namun saya tau persis satu orang yang amat menguasai materi ini walaupun mungkin belum pernah mengambil kelas ini di EdX, yup dia adalah Kak @gadingaulia.
--

Kampung Warna Warni Malang dilihat dari dalam kereta 

Saya punya pengalaman menjadi anak fasil Kak Gading selama 6 minggu saja di pelatihan Indonesia Mengajar di Jatiluhur akhir 2016 lalu, tapi impresi tentang saya tentang kejeniusan Kak Gading dalam merangkai cerita tak hilang begitu saja, saya ingat betul bagaimana menariknya kak Gading memberikan pengantar sebelum menari mengikuti lagu 'pom-pom' atau menceritakan kisah guru Jepang di perang dunia ke-2 sebelum main 'Ha-Ka-Sho'. Juga bagaimana baik Kak Gading dalam mendengarkan dan menanggapi kisah-kisah teman-teman CPM13 kala itu.

Saya ingat Kak Gading pernah bilang bahwa kemampuan mendengarkan itu perlu dilatih terus menerus, saya masih terus dalam proses latihan mendengarkan setiap harinya :)

Untuk dua siang menyenangkan di rumah Tidar, terima kasih, Kak Gading dan Keluarga.


Perintilan Kak Gading di rumah! Super Artsy



--
Teman-teman pernah membaca buku John Green berjudul Paper Town?

Ada sebuah quotes yang terus berulang muncul di feed pinterest saya dari buku ini, saking seringnya muncul saya sampai hapal.

I'm in love with a city I've never been and people I've never met

Belakangan saya baca sebuah artikel ternyata ini bukan quotes original John Green, bahkan tak ada di buku Paper Town, tapi viral karena orang menyebarkan ini dimana-mana.

Nah, Malang bagi saya adalah kota yang seperti ini. Bahkan sebelum datang kesini saya sering excited sendiri mendengarkan cerita teman-teman yang baru pulang dari Malang.

Sampai disana ternyata saya benar-benar cinta Kota ini! Hawanya sejuk dan kotanya ramai tapi tak sampai kacau, itupun tak disemua bagian kota.

Di Malang, saya dan Mas Har tak punya banyak waktu untuk berkeliling atau mampir ke satu tempatpun selain rumah Kak Gading, tapi saya bersyukur, bisa datang berkenalan dengan keluarga Kak Gading, mendapatkan inspirasi hunian yang amat kaya cahaya matahari, merasakan suasana keluarga yang hangat dan tempat yang bisa membuat saya ingin kembali lagi untuk ngobrol-ngobrol dengan penghuninya.

Saya yakin akan kembali lagi ke Malang suatu hari nanti. Saat itu saya berjanji pada diri saya untuk menyempatkan diri menjelajah seluruh kota.
--

0 comments

leave yout comment here :)