Keliling Kebun Raya Bogor




Akhirnya posting tentang jalan-jalan yay!
Kayanya after Banggai, saya belum jalan-jalan lagi ke tempat baru, atau mungkin banyak tempat baru tapi karena tidak terdokumentasi dengan baik akhirnya malah terlewat dan yah udahlah, nanti coba dicek tempat mana saja yang baru saya kunjungi :D

Ceritanya Minggu lalu, Weekend terakhir sebelum Ramadhan, Saya dan Mas Har pergi ke Bogor. Keingingan random saya seperti biasa, paginya ingin mengunjungi lapak Hayu Maca di Taman Heulang Bogor. Jadi malamnya saya naik motor berdua dari Jakarta, menginap di rumah penggerak Hayu Maca, Kak Lena dan suami. Setelah lapak barulah kami pergi ke Kebun Raya Bogor.

Eheeem. Lama gak nulis cerita jadi bingung mau mulai dari mana haha.
Ini adalah kali pertama saya benar-benar main di Bogor, Mas Har juga sih, dan kami berdua baru pertama kali datang ke Kebun Raya Bogor. Coba teman-teman bayangkan, pusat keramaian kota, adem, masuknya murah (cuma 15.000), hari Minggu, Weekend terakhir Ramadhan. Yasss, Ramainya poll.

Awalnya senang sekali sih, karena Jakarta ga bisa ngasih yang adem-adem gini haha, walaupun saya sebenarnya lumayan sering mangkal di Taman Suropati, tapi tetep aja kerasa beda. Awalnya kita berdua mau pinjam sepeda (sat jam 15.000), lumayan keliling sambil olahraga. Naik mobil wisata keliling rasanya kurang gimana gitu hehe (akhirnya nyesel ga naik). Eh ternyata sepedanya sedang dipinjam tamu negara di Istana Bogor, jadi ya sudah lah, kami berdua literally jalan kaki keliling kebun raya Bogor.

Gimana rasanya ?
Gempor coy!
Kebun Raya Bogor ini luas banget haha, kami sebenarnya bisa menerka karena waktu cari pintu masuk keliling Kebun Raya dari jalan raya, tapi gatau kenapa sok-sok an pisan pengen jalan kaki.

Kami duduk agak lama depan danau dekat Istana Bogor, sempat melukis dulu sebentar disana, ini Mas Har yang suruh, biar produktif katanya jalannya (haha!) eh terus dia juga gambar, tumben!.

"Biar produktif" kata Mas Har
Tumben ikut Gambar
Depan Istana Bogor
Selesai melukis kita mutar ke belakang, ke tempat makam belanda (tapi ga sempat masuk), tempat Bambu, dan tempat yang duh saya lupa deh saking banyaknya.

Selesai jalan dari wilayah belakang tadi (itu wilayah belakang menurut saya), kita tidur dulu, lagi-lagi di dekat danau, ada kali satu jam, tidur siang, ga peduli dilihat orang yang penting bobo. zzzzz.

Selesai bobo siang, baru lanjut jalan lagi ke daerah taman aquatik, Orchidarium dan makin banyak lagi atraksi flora di wilayah ini dan ini teman-teman, T.T, lumayan banget ternyata jalannya haha. Yaudah karena udah terlanjur basah jalan kaki, saya punya tujuan harus sampai ke Orchidarium, maklum habis baca Aroma Karsa jadi cukup penasaran sama bunga yang satu ini, sampai sini, setelah hampir setengah jam lebih panas-panasan jalan kaki, rumah yang menyimpan anggrek-anggrek bagusnya tutup, ternyata hanya dibuka untuk tamu khusus T.T, untung ada Orchidarium yang dibuka untuk umum, sayangnya malah ga banyak Anggrek disini dan walaupun banyak tempat untuk duduk, nyamuknya ga kalah banyak, huwala dah, balik lagi nyari tempat keluarnya bikin males banget karena tau jauh pisan, akhirnya KO di beberapa ratus meter gerbang keluar, saya malah tiduran dulu di rumput-rumput.

Salah satu bunga di Orchidaruim
Spot di Orchidarium

Okay, sekarang kesimpulan dan faedah dari perjalanan kali ini.
1. Saya akan memilih weekday kalau bisa untuk jalan-jalan ke sini lagi, mempelajari benar tumbuhan yang ada disini, kemarin saking lelahnya sampai malas baca keterangan yang terpajang dimana-mana.
2. Naik mobil kayanya pilihan yang OK, ditambah guide yang ngerti bener seluk beluk kebun raya. Bayarnya 25.000 saja, worth it kalo bayar untuk 1-2 orang, asal jangan 5 orang saya yang bayar semua.
3. Bawa bekal cuy! No restaurant or fast food merchant in this garden, padahal seluas apa haha.
4. kemungkinan kesini lagi : kalau sudah punya anak haha.

Meskipun begitu, kalau lagi di Bogor boleh banget main kesini, kalau kata orang Bogor belum afdhol ke Bogor ga main ke Kebon Raya haha.
Sekian teman-teman dokumentasi perjalanan yang sebenarnya lebih dikhususkan untuk dokumentasi diri sendiri, jadi ketika 5 tahun lagi baca ini bisa baca sambil cengar-cengir mengingat masa segala harus jalan kaki dan naek motor :)
Pohon Jodoh

Sampai jumpa di postingan #asrijalanjalan berikutnya !
Semangat puasa juga!

0 comment

leave yout comment here :)