Journal Asri

 



Beberapa bulan kebelakang, ada cukup banyak buku yang saya baca. Tapi salah satu nonfiksi yang masih nempel dan cukup memorable jujur ga banyak. Diantara yang tidak banyak itu, buku ini salah satunya. Can I Talk to You karya Kania Annisa Anggiani. 

Saya 'nemu' buku ini di Periplus Kota Baru Parahiyangan. Bukunya saya baca dalam waktu 2 mingguan. TIdak tipis tapi juga tidak terlalu tebal. Bukunya full berbahasa Inggris walaupun penulisnya orang Indonesia. 

Jadi bukunya tentang apa?
Bisa dibilang, genrenya buku ini adalah buku parenting, walaupun saya cukup setuju sama penutup dari penulisnya di bagian belakang buku, buku ini tuh lebih cocok dibilang jurnal, tapi karena jurnal-nya isinya percakapan penulis dan kedua anaknya, ga salah juga masuk rak parenting. 

Isi bukunya beneran percakapan penulis dengan Lula, anak perempuannya yang beranjak remaja, dan Galan, anak laki-lakinya yang sweet dan reflektif banget. Oh, buat konteks, Mba Kania dan keluarganya adalah keluarga diaspora yang tinggal di Singapura. 

Buku ini dibagi jadi beberapa bab dengan judul yang diambil dari percakapan-percakapan dengan anak-anaknya ini. Setiap bab akan diawali dengan percakapan, percakapan yang ringan sampai yang berat, tapi selalu ditambahkan dengan refleksi penulisnya tentang percakapan tersebut. 

Sebetulnya ada banyak buku parenting yang formatnya gini ya. Diawali dengan cerita di 'kehidupan' nyata seseorang, lalu sang penulis baru masuk ke teori-teori pengasuhan dan referensi ahli tentang teori tersebut. Tapiiii, karena ini adalah percakapan beneran penulis dengan anak-anaknya, somehow jadi berasa dekat sekali sama saya sebagai pembaca. 

Ada beberapa hal yang saya suka banget dari buku ini:
  1. Penulisnya ngajarin saya lagi tentang pentingnya jadi pendengar aktif ketika menjadi orang tua. 
    Dengan menuliskan buku ini aja tuh kan sebetulnya saya merasa Mba Kania sudah menjadi pendengar yang aktif ya, mau dengerin anak-anaknya. Jauh lebih sabar daripada saya dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan anak yang ampun banget tidak terprediksi dan kadang gak pernah saya pikirkan sebelumnya. Tapi ada satu part dimana penulisnya nanya ke anaknya, definisi orang tua yang baik tuh yang seperti apa, dan terbahas juga feedback dari anaknya supaya ketika anaknya sedang bicara, beneran dengerin, jangan pegang HP dulu. (Ahhh, aku merasa diingatkan banget, karena pada banyak kesempatan, sering banget ngobrol sama anak tapi mata masih balas-balasin WhatsApp). 
  2. Bukunya bikin saya mikir kalau: Sebanyak apapun mainan yang kita beli, buku yang kita miliki, sebagus apapun sekolah anak, semantap apapun itu semua, tetap yang paling dibutuhkan anak tuh waktu bersama orang tua.
    Menyediakan waktu-waktu berkualitas dan berharga sama anak tuh penting banget. Bisa dari yang paling sederhana di waktu pulang sekolah seperti keluarga Mba Kania, waktu menjelang tidur sambil baca buku, atau yang betul betul diagendakan setiap tahun, me time sama anak. Semuanya akan berharga banget baik buat anak, maupun bagi orang tua. Bonding kaya gini bakal kerasa banget pentingnya ketika (dalam kasus saya), anak tuh udah mulai berasa 'ngeyel' banget, gak kooperatif dan sulit diarahkan. Pasti ada waktu bonding yang kelewat lumayan waktu lama sampai itu bisa terjadi. 
  3. Jadi anak perempuan pertama di keluarga, terus punya anak pertama perempuan: punya challenge sendiri.
    Damn part ini tuh ditulis sama Mba Kania di akhir bukunya dan berhasil bikin saya nangis parah. Saya sering banget merasa saya jadi orang tua yang lumayan 'keras' ke anak perempuan pertama saya, baca refleksi penulis bikin saya ngeh kalau saya tuh kayanya punya sindrom anak perempuan pertama yang mana harus gesit, cepet, satset, problem solver, harus tegar, pinter, cekatan dan itu secara ga sadar saya harapkan juga dari Derana T.T, waktu baca bagian penulis merasa bully pertama anak pertamanya justru dari ibunya, huhu I can relate. Makanya nangis banget baca bagian yang ini. 
  4. Beberapa percakapan di buku ini adalah percakapan yang sangat mungkin ditanyakan anak di rumah.
    Gak lama setelah baca bagian Galan mau pindah agama Sintho karena suka Jepang, Derana sedang duduk di sebelah saya, bertanya "Boleh gak aku jadi kristen aja?" dan ketika ditanya jawabannya "Karena aku suka natal dan salju", duh langsung relevan dan bisa banget apa yang jadi jawaban Mba Kania jadi pengantar awal untuk diskusi terkait hal-hal berat di sama anak. 
Karena dibuat dalam format percakapan, buat saya bukunya gak berat. Tapi beberapa topiknya bikin saya berhenti dulu sejenak buat merefleksikan hubungan saya dengan anak. Secara keseluruhan, saya suka sekali bukunya! Suka banget formatnya, hard cover, covernya cantik! Tulisan Mba Kania juga, apik banget! 4,5/5. 






Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • Review Asri: Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom
  • Main ke Toko Buku Pelagia (@tb.pelagia) Bandung
  • Sabtu yang Menyenangkan dan kenapa saya suka membeli bunga
  • Review Asri: Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye
  • Review Buku Angsa dan Kelelawar karya Keigo Higashino
  • Review Asri - Holy Mother karya Akiyoshi Rikako
  • The Perks of being a Wallflower
  • [Review Asri] Atomic Habits - James Clear
  • Review Asri: Lauk Daun karya Hartari; Cerita yang Dekat Dengan Warga Kampung Kota
  • Wisata Buku Bandung #2: Nimna Book Cafe

Arsip Blog

  • ▼  2026 (10)
    • ▼  Juli 2026 (1)
      • Review Asri - Can I Talk To You? by Kania Annisa A...
    • ►  April 2026 (4)
    • ►  Maret 2026 (3)
    • ►  Februari 2026 (2)
  • ►  2025 (25)
    • ►  November 2025 (1)
    • ►  Juli 2025 (2)
    • ►  Juni 2025 (4)
    • ►  Mei 2025 (5)
    • ►  April 2025 (2)
    • ►  Maret 2025 (2)
    • ►  Februari 2025 (3)
    • ►  Januari 2025 (6)
  • ►  2024 (8)
    • ►  November 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (1)
    • ►  Juni 2024 (1)
    • ►  Mei 2024 (2)
    • ►  April 2024 (3)
  • ►  2023 (17)
    • ►  November 2023 (1)
    • ►  September 2023 (1)
    • ►  Juli 2023 (4)
    • ►  Juni 2023 (4)
    • ►  Maret 2023 (2)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (3)
  • ►  2022 (52)
    • ►  Oktober 2022 (2)
    • ►  September 2022 (12)
    • ►  Agustus 2022 (2)
    • ►  Juli 2022 (2)
    • ►  Juni 2022 (4)
    • ►  Mei 2022 (9)
    • ►  April 2022 (7)
    • ►  Maret 2022 (5)
    • ►  Februari 2022 (6)
    • ►  Januari 2022 (3)
  • ►  2021 (35)
    • ►  Desember 2021 (5)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  Oktober 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  Agustus 2021 (3)
    • ►  Juli 2021 (2)
    • ►  Juni 2021 (1)
    • ►  Mei 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (2)
    • ►  Februari 2021 (6)
    • ►  Januari 2021 (6)
  • ►  2020 (13)
    • ►  Desember 2020 (3)
    • ►  Agustus 2020 (4)
    • ►  Juni 2020 (3)
    • ►  April 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
    • ►  Februari 2020 (1)
  • ►  2019 (14)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  Oktober 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  Agustus 2019 (2)
    • ►  Juli 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (3)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (2)
  • ►  2018 (15)
    • ►  Desember 2018 (4)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  Juli 2018 (1)
    • ►  Juni 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (3)
    • ►  Maret 2018 (3)
    • ►  Januari 2018 (2)
  • ►  2017 (20)
    • ►  November 2017 (2)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  Agustus 2017 (4)
    • ►  Juli 2017 (4)
    • ►  Mei 2017 (3)
    • ►  Januari 2017 (2)
  • ►  2016 (65)
    • ►  Desember 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (3)
    • ►  Juli 2016 (17)
    • ►  Juni 2016 (7)
    • ►  Mei 2016 (7)
    • ►  April 2016 (25)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ►  2015 (29)
    • ►  Desember 2015 (3)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  Agustus 2015 (13)
    • ►  Juli 2015 (4)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Maret 2015 (2)
    • ►  Februari 2015 (1)
    • ►  Januari 2015 (3)
  • ►  2014 (29)
    • ►  Desember 2014 (8)
    • ►  November 2014 (6)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ►  September 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (3)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Februari 2014 (6)
  • ►  2013 (66)
    • ►  Desember 2013 (1)
    • ►  November 2013 (5)
    • ►  Oktober 2013 (7)
    • ►  September 2013 (7)
    • ►  Agustus 2013 (15)
    • ►  Juli 2013 (4)
    • ►  Juni 2013 (8)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (5)
    • ►  Februari 2013 (3)
    • ►  Januari 2013 (9)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November 2012 (4)
    • ►  Oktober 2012 (2)
  • ►  2011 (8)
    • ►  Oktober 2011 (4)
    • ►  September 2011 (1)
    • ►  Maret 2011 (3)

Goodreads

Asri's books

Kejutan Kungkang
it was amazing
Kejutan Kungkang
by Andina Subarja
The Fine Print
liked it
The Fine Print
by Lauren Asher
Under One Roof
liked it
Under One Roof
by Ali Hazelwood
Lessons from Surah Yusuf
it was amazing
Lessons from Surah Yusuf
by Abu Ammaar Yasir Qadhi
Setelah membaca ini sampai selesai malam ini. Jadi paham kenapa Allah bilang kalau Kisah Yusuf ini salah satu kisah terbaik dalam Quran. Ada terlalu banyak pelajaran berharga dari kisah Yusuf. Dr. Yasir Qadhi mengawali buku ini dg sebab...
No Exit
liked it
No Exit
by Taylor Adams

goodreads.com

Cari Blog Ini

Kamu pengunjung ke

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © Journal Asri. Designed by OddThemes