Bertemu dan Belajar dari Rizki


Beberapa hari lalu saya bertemu Rizki setelah sebulan lebih tak bertemu. Terakhir kami bertemu sebelum libur tahun baru. Setelah janjian ketemuan tapi harinya selalu tak cocok, akhirnya ketemu juga.

Eh Bentar. Saya sepertinya belum pernah cerita siapa Rizki di blog hehe. Saya pertama mengenal Rizki dari Indonesia Mengajar, saya dan Rizki adalah alumni pengajar muda di angkatan yang sama, dulu wakt pelatihan, saya dan Rizki sering ngobrol sampai malam sekali, seringkali sampai jam dua, padahal paginya jam setengah enam harus kembali bersiap olahraga.

Walaupun akhirnya beda penempatan, saya di Banggai dan Rizki di Nunukan, dan amat jarang bertukar kabar di penempatan karena sama-sama ditempatkan di desa yang susah sinyal, selepas penempatan kami justru lebih sering berkabar satu sama lain. Tidak intense, tapi sekalinya ngobrol bisa panjang dan lama sekali.

Karena sama-sama bekerja di Jakarta, kami lebih memilih cara bertukar cerita paling menyenangkan: Bertemu Langsung! hehe termasuk pertemuan terakhir.

Setiap bertemu Rizki, rasanya banyak sekali pelajaran yang bisa saya dapatkan. Rizki dan saya juga sebenarnya adalah orang-orang dengan kepribadian ENFP, yang biasanya gemar bercerita, dan betul sekali hehe. Jadi tiap mau bertemu, saya selalu tak sabar mendengarkan banyak cerita.

Dari banyak sekali cerita yang seru dan penuh pelajaran dari Rizki kemarin, saya amat senang mendengar Rizki menceritakan ulang sebuah online course yang sedang ia ikuti di coursera. Tentang belajar bagaimana caranya belajar. Learn how to learn. Rizki menceritakan analogi otak kita ketika sedang dalam posisi focused atau diffuse dengan pinball. Saya sendiri baru pertama kali mendengar diffuse mode ini. Yang lebih menarik lagi, adalah tentang illustion of learning yang menurut saya amat dekat dengan saya yang kadang punya sejuta alasan untuk pengembangan diri sendiri.

Illusion of Learning ini adalah kondisi dimana kita baru bisa/memahami satu topik, namun sudah merasa paling expert, belum lagi ditambah afirmasi dari banyak orang, jadinya kita stuck di kondisi 'bisa'nya kita yang mungkin masih beginner atau intermediate saja, belum sampai expert :).

Ketika Rizki cerita itu, saya langsung membayangkan saya dan dunia ilustrasi yang sedang coba saya geluti sekarang. Saya bisa basic menggambar manual dan digital. Banyak teman yang juga memuji "Wah, gambarnya bagus", tapi saya sendiri agak malas mengupgrade diri dan nyaman dengan kemampuan saya yang sebenarnya masih amat dasar.

Setelah bertemu Rizki, saya jadi makin bertekad untuk ikut kelas gambar/ilustrasi online dan offline, juga kembali menyemangati diri untuk menamatkan course online yang saya ikuti :)

Kemarin itu, saya dan Rizki ngobrol sampai jam 11.30 malam, nunggu cafe tutup hehe, tapi rasanya masih ingin ngobrol lebih banyak lagiii. Setiap habis ngobrol, rasanya seperti habis coaching dengan coach yang tahu bagaimana untuk meningkatkan semangat belajar saya lebih baik lagi.

Masih banyak pelajaran lainnya yang bisa dibagikan sebenarnya, tapi cukup sekian dulu teman-teman!
Happy learning!

0 comment

leave yout comment here :)