Ketika Mereka Bertanya Siapa Che

“Let the world change you and you can change the world”

Jum'at lalu, ada kisah yang cukup menarik di kelas 3. Hari Jum'at adalah hari terakhir kami belajar seperti biasa sebelum memasuki Pekan Unjuk Kemampuan ke-1 tanggal 19 - 23 September.
Pagi hari usai berdoa saya sudah bersiap akan mengajarkan anak-anak untuk mengaji dan mengingatkan anak-anak untuk mengambil buku dan memulai kegiatan silent reading mereka sambil menunggu giliran mengaji.

Ketika akan mengambil IQRA dan Qur'an di dekat rak buku. Reiqy, mengambil sebuah graphic novel dari rak buku. Ia kemudian bertanya, "Ibu, siapa sih ini teh ?" sambil menunjuk gambar seorang tokoh di sampul buku tersebut. Saya akhirnya menghabiskan 15 menit di pagi itu untuk bercerita kepada beberapa anak tentang pejuang revolusi dari Amerika Selatan, seorang tokoh yang begitu dikagumi beberapa teman-teman saya di kampus, dia adalah Che Guevara. Tidak semua anak ikut mendengarkan, karena memang sedang sibuk membaca buku masing-masing.


Buku ini sebenarnya adalah buku nyasar. :) Ini adalah buku Pa Donny yang ia simpan di kelas sebelah waktu menjadi Manajer Kelas 5 tahun lalu, entah bagaimana buku ini bisa pindah ke rak buku kelas 3. Walaupun dikemas dalam bentuk komik, isi buku ini cukup berat untuk dipahami anak-anak. Jadi saya berkisah sedikit tentang siapa Che dan apa yang ia lakukan untuk Kuba, sebuah negara kecil di Benua Amerika yang namanya jarang sekali didengar anak-anak.

Siapa Che ? Ah, kalau anda yang bertanya adalah anak-anak kelas 3 seperti mereka, saya akan dengan senang hati meluangkan waktu untuk mendongengi anda dengan kisahnya. Namun jika anda lebih besar dari mereka (hehe) anda harus mencoba mencari tau siapa dia dan bagaimana kisahnya hingga ia menjadi salah satu tokoh yang begitu berpengaruh.

Bolehkah saya mendongeng tentang Che di kelas 3 ? (Tidak ada di kurikulum sekolah loh ! dan beliau bukan pahlawan dari Indonesia) Saya sendiri tidak pernah berniat akan menceritakan kisah Che pagi itu, namun pertanyaan anak-anak sebisa mungkin saya jawab. Lagi pula sudah lama sekali sejak saya meluangkan waktu membaca bersama di silent reading time. Kelas 2 dulu, saya ikut membaca di 15 menit pertama bersama mereka. Namun karena giliran mengaji juga membutuhkan waktu yang panjang, akhirnya di kelas 3 saya belum pernah bergabung ikut membaca di waktu silent reading. Padahal penting sekali meluangkan waktu membaca bersama mereka.





*Seluruh gambar dalam posting ini diambil oleh Fathur, Kelas 3 SD Prima.

0 comment

leave yout comment here :)