Tentang Sosial Media

Saya enggak mau ketinggalan menuliskan posting pertama di bulan Desember. Beberapa teman menuliskannya di sosial media, saya baca dari sosmed adik sih :D soalnya saya sekarang jarang sekali membuka sosmed selain untuk mengecek message, terutama facebook. Entah kenapa sejak tamat kuliah facebook malah lebih banyak buat saya tidak produktif :) dulu karena harus update info tentang moeda mengabdi, diskusi thanthelion, juga even-even yang kebetulan humasnya dikomandoi oleh saya, saya aktif sekali di facebook. Jujur saya sempat merasakan bagaimana power dari sosial media ketika berorganisasi dulu.

Kebanyakan teman-teman mau ikut moeda mengabdi dulu karena foto-foto yang saya upload di facebook, mereka bertanya bagaimana cara bergabung dan lain sebagainya, Bengkoeloe Moeda Community dan Moeda Mengabdi memang lebih eksis di dunia maya daripada di dunia nyata, kegiatan kami jarang sekali tersorot kamera. Karena memang bukan itu tujuan kami, dan di Facebook, sosmed yang tenar di Bengkulu, dibanding twitter dsb, saya menemukan bahwa kami justru lebih dikenal, lebih dekat dengan pemuda lain yang mendambakan kegiatan serupa.

Saya juga pernah merasakan power sosial media ketika bersama ela menggalang dukungan #saveKPK. Waktu itu saya sedang ramai kasus polisi Bengkulu yangmenyergap seorang penyidik sampai ke gedung KPK, Ela mengajak saya untuk membuat sebuah video yang bisa dia bawa saat diskusi bersama para petinggi KPK dalam sebuah acara yang saya lupa apa. Video itu saya upload difacebook beserta foto-foto para pendukung, waktu itu hampir sehari penuh kami bergerilya mnta foto dengan kertas penanda dukungan, dari tukang jualan asongan sampai mantan wakil gubernur dan dekan kami mintai foto. Setelah saya upload besar-besaran, malamnya seorang wartawan dari Harian Rakyat Bengkulu menelfon, mewawancarai saya via telefon dan meminta izin untuk mengambil foto dari facebook. Saya kaget karena gerakan yang menurut kami berdua kecil ternyata bisa menggelinding begitu besar melalui facebook. Esoknya saya sampai disapa dan digoda pembantu dekan bid. kemahasiswaan karena foto saya, ela dan pendukung KPK masuk koran.

Gerakan #SaveKPK 2 Tahun lalu
Well, saya memang selalu mendengar betapa besarnya power sosial media, tapi dua kejadian : Moeda Mengabdi dan #SaveKPK waktu itu membuat saya benar-benar paham betapa besarnya efek tersebut bagi saya, karena dulu sangat aktif memanage berbagai kegiatan lewat media sosial, saya sampai disebut si super eksis oleh teman-teman sekelas. :D padahal yang saya pampang bukan melulu foto saya loh.

Sekarang ini, karena kegiatan saya adalah mengajar di sebuah lembaga pendidikan anak, dan tak tergabung dalam kegiatan apapun, saya malas sekali membuka facebook. Tapi saya justru rutin membuka blog tiap hari. Saya selalu bilang pada teman-teman yang membaca blog saya, mungkin kalian akan lebih menemukan saya yang sebenarnya di blog daripada di facebook atau sosmed lainnya. Mungkin karena media ini lebih luas dan saya bisa menuliskan segala pemikiran saya, memposting banyak foto saya dalam satu baris penjang sambil bercerita seperti saat ini. 

0 comment

leave yout comment here :)