Mendaki Gunung Kaba

Hari Sabtu lalu saya tiba di Bengkulu. Keesokan harinya saya dan teman-teman yang lain pergi ke Curup untuk menghadiri undangan pernikahan seorang senior, ini memang sudah direncanakan jauh hari ketika saya di Cimahi, tapi yang membuat saya sangat semangat pergi ke Curup adalah rencana usai menghadiri pernikahan : Mendaki Gunung Kaba.
Narsis sebelum berangkat

Yappp, akhirnya saya bisa naik gunung :)
Nyatanya semangat diawal yang menggebu-gebu tak berimbang dengan kondisi fisik saya. Saya baru sampai dari Cimahi dengan keadaan yang lelah usai perjalanan dua hari di dalam bus. Tapi perjalanan bersama teman-teman yang lain membuat saya tetap bertahan untuk mendaki.
the fog

Kami berangkat sore sekitar pukul setengah lima, rencananya memang ingin menginap dan melihat sunrise dari puncak. Karena berangkat terlalu sore, kami yang setengahnya newbie mendaki gunung berjalan sangat lamban dan kemalaman, kami beristirahat menjelang magrib dan berangkat kembali usai magrib, sekitar 15 menit, hari sudah sangat gelap dan hanya ada satu senter sisanya menggunakan senter handphone, tapi perjalanan di malam hari malah tak semelelahkan perjalanan di awal tadi. Kami semua sampai di tempat camp sekitar jam delapan, langsung sholat dan merapikan tempat tidur.
Tapi tentunya tak langsung tidur :) Bang Lukman, guide kami langsung masak dan membuat makanan untuk kami. Oky membuat api unggun dan Kak Tedi mulai sibuk genjrang-genjreng memainkan gitar. Kami melingkar dan bernyanyi. Langit gelap sekali, sangat berkabut dan tak ada bintang terlihat, kami sempat kecewa tapi ternyata kabutnya sempat hilang beberapa saat dan terlihatlah taburan bintang yang sangat indah.
menunggu pagi

Kami mulai tidur sekitar pukul sepuluh malam, karena mulai gerimis, tapi tak semuanya tidur karena harus berdesak-desakan, jadi Ronald, kak Tedi dan Oky tidur di luar.
Paginya saya dibangunkan oleh alarm handphone dan terman-teman juga sudah bangun semua, usai sholat subuh kami kembali mendaki ke puncak, yang masih lumayan jauh dari camp kami. Bang Lukman kami tinggal karena masih tidur dan tak bisa dibangunkan :) jadilah kami berangkat bertujuh.
Sampai di atas, kabut malah datang dan kami tak bisa melihat apapun, ketika menuruni tangga kabutnya mulai hilang, yang laki-laki malas naik ke atas lagi, soalnya mereka semua memang sudah pernah kesana. Sedangkan bagi kami yang perempuan, this is our first experience. jadi kami naik lagi dan pemandangannya :) :) Subhanallah.
Kawah hidup

selebrasi anak LMND

Yang ditawarkan gunung kaba di puncak adalah kawah hidup yang sangat hidup.

full team

Gunung kaba memang tak setinggi gunung semeru, tingginya sekitar 2000 mdpl. Tapi pengalaman yang diberikan gunung ini 'sesuatu' sekali untuk saya :D
diakhir perjalanan kami melewati kolam air panas dan berendam disana :)



Pemandangan dari atas



Ekstrim yaaa, hati2 kehirup belerangnya

So Beautiful




best picture buat yang cewek jatuh ke Renti lah :)

Yang cowok buat Oky :)


5 comment

  1. Hay... salam kenal, otak atik surfing pencarian di google tentang gunung kaba akhirnya nyasar ke blog ini, terharu liat posting fotonya ingat kembali pendakian sepuluh tahun silam, tapi sayang dulu dokumentasinya ilang, tapi lumayanlah mampir disini bisa obati rasa kangen,, oya maen2 blog aku, ada beberapa posting tentang pendakian juga.. :D http://lintangdusunku.blogspot.com/2013/03/pendakian-gunung-dempo.html


    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga kak :) terimakasih sudah mampir . wah dempo jadi mimpi saya tahun ini hehe semoga bias kesana secapatnya

      Hapus
  2. barengan aja mbak kalau mau ke dempo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe Alhamdulillah kemarin baru kedempo . sugoi banget dempo

      Hapus
  3. seperti nya gak ada perubahan ya d bukit kaba

    BalasHapus

leave yout comment here :)