It's Okay to Not Be Okay


Saya punya kebiasaan yang tidak baik untuk ditiru kalau sedang jatuh: merasa kecil dan tidak berharga.

Gejalanya dimulai dengan menghilang perlahan dari teman-teman, tidak membalas pesan-pesan, memilih berdiam dirumah saja atau keluar rumah tapi sendirian.

Ini tidak berlangsung sering tapi beberapa kali saya sendiri sampai kesal dengan betapa ciut-nya saya menghadapi tantangan-tantangan yang ada.

Baru belakangan saya belajar untuk menerima perasaan saya. Kalau memang sedang butuh break dan ingin rehat dari semuanya, tak apa. Ada banyak hal yang tidak bisa kita kontrol, tapi kita bisa pilih agar hal tersebut tidak membuat kita merasa kecil.

Bukan tubuh saja yang butuh istirahat kan ya. Kadang hati dan otak kita juga butuh istirahat agar bisa kembali dengan lebih baik.

Hehe, siklus jatuh kemarin berhasil saya lewati lebih baik dengan tidak benar-benar hilang, saya tetap balas pesan-pesan dari teman-teman, masih bisa ketawa-ketawa nonton drama dan punya banyak waktu untuk gambar-gambar.

Yah, ada progress lah.
Untuk siapapun yang sedang merasa tidak baik-baik saja, it's okay to not be okay ya. Kita gak harus selalu okay 24/7.

Love,
Asri

0 comment

leave yout comment here :)