The CEO Wannabe

Songkhla diary no.1 
Sebelum berangkat ke Thailand, saya berjanji untuk menulis tentang berbagai hal yang saya temui di sini. Terutama tentang destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Dan banyak sekali memang yang bisa saya tulis tentang Songkhla. Tapi di diary No. 1 ini, saya memberikan special tribute untuk dua teman yang senantiasa membantu saya di hari-hari pertama di Thailand. Siapa ? Ini lah mereka The CEO wannabe : Diogi dan Windy.
The CEO Wannabe
Diogi dan Windy, yang sudah tiga bulan lebih dahulu berada disini, mengikuti course selama setahun penuh di Faculty of Business and Administration RMUTSV, mereka berdua yang menjemput saya di Stasiun Hatyai, memberi semua info tentang hal-hal dasar tentang budaya dan kebutuhan sehari-hari juga guide yang selalu memberi petunjuk tentang rute dan tempat di Kota ini.
Karya Diogi di Thailand :)
Pengalaman jajan pertama ditemani mereka : Nasi Kuning
Kenapa saya memberikan tribute pertama saya kepada mereka ?
Well, I'm really proud of them :) tiga bulan disini, mereka sudah bisa menguasai percakapan dasar berbahasa Thailand, bisa berinteraksi dengan para tetangga, benar-benar serius belajar, mendapat nilai tinggi dikelas yang mereka ambil, and another thing : Mereka bukan cuma belajar di kampus, tapi belajar hidup di negeri orang. Bukan sekedar hidup ! mereka melakukan sesuatu untuk hidup, yup mereka membantu seorang teman berjualan di sebuah pasar malam tiap senin, selasa dan rabu. Usai kuliah, jam lima hingga setengah sepuluh malam, mereka mempersiapkan semua hal untuk berjualan baju dan menjajakannya, dalam bahasa thailand !!
Preparation

Preparation
Saya kaget, mereka berkembang jauh sekali, kisah mereka sangat jauh dengan kisah para alumni program exchange yang kadang terdengar membanggakan bagi mereka. Saya sendiri yakin dari seluruh alumni program exchange, baru mereka berdua yang pertama kali melakukan kegiatan ini, berjualan, berinteraksi langsung dengan warga, menjajakan dagangan tanpa malu. Dan ini jauh lebih membanggakan dari pada mendengar cerita seorang alumni yang bisa mengibarkan bendera saat 17-an di konsulat, atau pergi jalan-jalan ke Banyak tempat and spend much money selama program exchange.
They Speak in Thai !!
Jualan baju di pasar malam. Mungkin terdengar biasa malah rendah bagi sebagian orang, tapi toh tidak buat saya, apalagi melihat mereka berdua mendapat banyak sekali pelajaran dari kegiatan ini, Pertama  kegiatan ini juga benar-benar membuat bahasa Thailand mereka terupgrade sangat cepat. Mereka bisa menjajakan dengan bahasa Thailand, serta menjawab pertanyaan berbahasa Thailand yang diajukan pembeli. Kedua mereka jadi terinspirasi dengan banyaknya wirausaha muda di Thailand. Jay, teman yang mereka bantu, sudah bisa kredit mobil di tahun ketiga kuliahnya. Jadilah mereka berdua pun memasang mimpi bisa membeli mobil dari usahanya. Semua mimpi mereka tulis dan tempel di atas meja belajar kamar mereka. Cita-cita terbesarnya menjadi CEO diperusahaan masing-masing.
Kalau lagi laris, bisa sampai 40 baju terjual dalam semalam
Selain mimpi-mimpi tersebut, mereka juga punya rencana besar untuk Bengkulu dari hasil riset selama menjalankan usaha di Songkhla, Rencana itu benar-benar mereka rancang dengan serius. Saya tak bisa memberi tahu rencana tersebut, walaupun mereka menceritakannya dengan suka hati, hak mereka untuk memberi tahu dunia tentang rencana tersebut.
Waktu Ramai :) Ada aura CEO yang terpancar nih :P
Malam ini, saat menulis diary pertama di Kota ini, saya menyelipkan sebuah doa untuk mereka : sukseslah dan jadilah CEO di perusahaan masing-masing !
Amien

6 comment

  1. Mantaps.. Sangat Menginspirasi :)

    BalasHapus
  2. Sukses untuk Diogy dan Windy! itu keren 3 bulan tapi udah fasih ya. Sukses juga buat kamu Sri. mereka ngelakuin sesuatu di negeri orang, dapet laba, pengalaman, ilmu yang bisa dibawa untuk ke bengkulu juga. Pengen banget ke Thailand deh sri. Ceritain banyak lagi ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya hehe keren2 tempat disini mel :) Banyak yg lebih bagus sih di Indo, tapi fasilitasnya kalah jauh kita

      Hapus
  3. asik asik, hehe, amin, makasi mbak doanya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ogi mampir. hhe ini ga lebay kan tulisan :D hhe cpet2 jadi CEO ya, traktir mba ongkos buat main lagi ke Thailand next time setelah program mba slesai

      Hapus

leave yout comment here :)