[Review Asri] Educated A Memoir - Tara Westover

 


Pernah membayangkan menjadi seorang anak perempuan yang terlahir di keluarga ekstrimis? 
Saya tidak. Tapi membaca kisah Tara di buku Educated membuat saya tau bagaimana rasanya. 

Educated a Memoir adalah buku auto biografi Tara Westover, seorang Doktor yang lahir di keluarga ekstrimis kental, tidak pecaya pemerintah, tidak pernah membawa anak-anak atau keluarganya yang sakit ke rumah sakit, dan tidak membiarkan anak-anaknya pergi ke sekolah. 

Kisah Tara berlatar di Idaho, Amerika Serikat. Ayah Tara, bisa dibilang jadi sumber derita keluarga ini karena memakan mentah-mentah ayat suci begitu saja tanpa mencari tafsiran-tafsiran dari ayat tersebut. 

Buku ini sempat hits sekali di tahun 2018, menjadi buku yang di rekomendasikan Bill Gates untuk dibaca + jadi Goodreads Choice 2018 Winner. Saya pinjam buku ini tahun 2019 dan baru tamat baca di 2020 😅.

Buku ini cukup berat buat saya, sedikit tidak tega membaca bagaimana Sang Ayah memperlakukan Tara, Ibunya dan saudara-saudaranya yang lain. Belakangan ketahuan kalau sang Ayah punya penyakit mental. 

Kenapa buku ini jadi amat hits? Atau kenapa pada akhirnya Tara bisa menginspirasi banyak orang?

Karena setelah belasan tahun tinggal di keluarga ekstimis seperti itu, ia memperjuangkan sendiri 'kemerdekaannya'. Ia pelajari sendiri pelajaran-pelajaran di sekolah umum untuk ikut ujian paket dan akhirnya bisa diterma di jurusan sejarah Brigham Young University. Berada di 'Sekolah' formal untuk pertama kalinya, membawa banyak perspektif baru di hidup Tara, dia tahu untuk pertama kalinya tentang tragedi Holocaust di kampus, Tara yang hanya pernah mendengar doktrin dari Ayahnya, melakukan risetnya sendiri tentang peristiwa ini, mencoba memisahkan apa yang ia dengar untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi. 

Bisa dibilang proses Tara memisahkan apa yang pernah ia dengar dan tau sebelumnya, 'mengosongkan kepala dan mencoba mencari perspektif baru' ini menarik sekali. Kita seringkali terjebak pada bias dan kepercayaan sampai-sampai merasa benar dan enggan mencari tahu. Proses 'edukasi' dan pencarian jati diri melalui belajar dari ia dibesarkan oleh orang tuanya yang ekstrimis hingga menempuh pendidikan menjadi seorang Doktor ini yang Tara sebut sebagai proses 'Educated' di bab terakhir di bukunya. 


Membaca buku ini membuat saya juga tersadar, keluarga ekstrimis gak hanya ada di Indonesia saja, gak hanya di Timur Tengah saja. Di tempat yang katanya jadi The Land of Dream and Freedom saja ada loh keluarga seperti keluarga Tara. Tara juga jadi representasi bagaimana kita pendidikan bisa membebaskan. 

Layak dibaca namun jujur memang cukup berat untuk penyuka fiksi seperti saya (hehe)!

Nah, sayangnya belum ada versi Bahasa Indonesia dari buku ini. Semoga kedepannya ada sehingga banyak yang bisa baca ya!

0 comments

leave yout comment here :)