Catatan Tentang Bekerja - Maret 2024


Beberapa pekan lalu saya pergi ke Pekanbaru untuk sebuah tugas dari kantor. Ini pertama kalinya saya kembali pergi cukup jauh (baca: harus naik pesawat) di tahun 2024. Tapi perjalanannya terasa cukup menyenangkan. Mungkin karena saya tidak lagi harus jauh-jauh ke Bandara Soekarno Hatta, ada penerbangan dari Halim yang membuat saya bisa berangkat dari rumah jam 4 sore naik kereta cepat 30 menit, lanjut naik taksi 15 menit sudah sampai bandara, menunggu pesawatnya malah lebih lama daripada perjalanan ke Halim. Karena waktu flightnya juga bertepatan dengan waktu berbuka, saya berbuka di pesawat. 

Seru juga kalau dipikir-pikir. 

Tiga hari di Pekanbaru, selesai bertugas di malam hari, saya sempatkan mampir ke kedai kopi. Tempatnya iseng cari di Google Maps. Tidak terlalu jauh dari hotel, tapi juga tidak dekat. Saya naik ojek ke kedai kopi. Harapannya saya bisa duduk bengong, coret-coret, nulis atau sekilas baca menggunakan iPad saya, sambil ngopi tanpa terlalu banyak memikirkan pekerjaan. Tapi ekspektasi saya ketinggian hehe. Baru saja kopi saya datang, saya ditelfon seseorang yang tidak bisa tidak saya angkat telfonnya. Jadinya tulisan di iPad saya bukan random thoughts atau gambar-gambar, tapi notulensi telfon tersebut. Hebatnya (yes, hebaaaat Asri!), saya gak ngeluh lagi sekarang. Ya udah hehe, occupational hazard-nya saya adalah bisa dapat telfon di jam-jam unik. 

Saya bisa lanjut ngopi, tapi langsung panik karena gak bawa laptop (padahal sengaja), ketika tahu baterai HP saya juga semakin menipis, saya makin panik. Satu hal yang saya sadari belakangan, pada hari-hari tertentu, setidaknya Januari - Maret kemarin, saya tidak bisa memisahkan diri saya dari Laptop. Saya tidak bisa memisahkan diri saya dari WhatsApp. Bahkan pada akhir pekan, bahkan pada hari-hari cuti. 

Jadi saya kembali pulang ke hotel. Mampir beli makan sahur dulu, karena terlalu malas turun ke restoran hotel. Sampai hotel, saya buka laptop sampai tengah malam :'). 

Menuliskan ini membuat saya bingung, saya ini gila kerja, atau punya standart kerja yang terlalu tinggi sampai berulang kali cek kerjaan supaya bisa mendekati sempurna persiapannya (karena namanya implementasi gak pernah ada yang sempurna), atau saya ga bisa ngatur waktu aja? atau mungkin memang gak ada pilihan lain untuk harus kerja sampai tengah malam hehe. 

Entahlah, sekarang fasenya mungkin memang tidak ada pilihan lain saja. 
Tapi mari berdoa supaya di bulan-bulan berikutnya, ketika kembali menuliskan tentang pekerjaan, ada sedikit yang berubah dari cara saya bekerja dan memandang pekerjaan saya saat ini. 

Selamat menunggu Lebaran! yay, sisa 2 hari kerja sebelum libur panjang berjamaah. Mantap Mania


0 comments

leave yout comment here :)