Suara Rangga

Rangga
Jujur saya jarang sekali menonton film di Bioskop, bukan hanya film Indonesia. Film Hollywood pun saya masih hafal semua film yang pernah saya tonton di bioskop. Tapi saya punya pola yang sama saat menonton film, kecuali kalau di traktir nonton.

Film Hollywood yang saya tonton biasanya dibintangi Leonardo diCaprio, film Indonesia yang saya tonton biasanya dibintangi Nicholas Saputra, itupun tidak semuanya saya tonton di Bioskop. Tapi walaupun tidak menonton di bioskop, saya menonton DVD film-film mereka.

Akhir April lalu Miles Film merilis film yang sudah sejak lama saya tunggu. Ada Apa Dengan Cinta ? 2. Film ini saya tunggu bukan hanya karena akan ada Nicho disana, tapi saya ingin kembali ke masa lalu.

Ketika AADC pertama rilis, saya masih SD. Saya tidak menonton film ini sampai saya SMP dan mulai begitu menyukai sosok Rangga, usai AADC saya kembali jatuh hati pada acting Nicho dalam film Gie. Keduanya punya karakteristik yang sama bukan ? Baik Rangga maupun Gie keduanya suka berpuisi, tidak banyak mengobral kata.

Film terakhir sebelum AADC2 yang saya tonton di Bioskop adalah Pendekar Tongkat Emas yang juga dibintangi Nicholas Saputra. I'm a freak fangirl kan ?

By the way, beberapa hari lalu saya pergi ke bioskop, bersama Bayu. Kami pergi ke tiga bioskop yang berbeda, ketiga bioskop ini membuka 2 layar untuk Film AADC2 dan semuanya sold out, sebenarnya masih ada beberapa kursi untuk jam tanyang pukul 22.45 malam. Tapi saya memutuskan untuk pulang.


Baru sore tadi saya kembali dan mendapatkan tiket-tiket jatah terakhir, saya bahkan duduk terpisah dengan Bayu. Saya suka sekali film ini, saya tidak mau membandingkan dengan film pertama, jelas setelah 14 tahun semuanya akan berubah, namun bisa mendengar Rangga membacakan puisi-puisi dengan suara khasnya saja rasanya saya dibawa lagi ke masa lalu. Dan saya bersyukur pernah berada diantara 2 masa itu, masa AADC dan AADC2.

Wajar jika Film ini bisa membuat rekor baru ditonton oleh 2 Juta penonton lebih sejak awal penayangan hingga hari ini. Mungkin banyak yang menonton karena ingin bernostalgia, penasaran karena tidak merasakan boomingnya AADC1 atau seperti saya, hanya ingin mendengarkan Rangga berpuisi, yang jelas film ini bukan romance cengeng seperti cerita romance lainnya.

Pada akhirnya kita memetik beberapa hal dari film ini, pertama : kalau jodoh enggak akan kemana. Kedua : Teman yang baik tak akan pernah meninggalkan kalian seburuk apapun keadaan kalian, lihat geng cinta ? Teman yang baik akan selalu ada.


Genk Cinta 
Pulang nonton saya mampir ke gramedia untuk mencari buku puisi karya M Aan Mansyur berjudul Tidak Ada New York Hari Ini, isinya kumpulan puisi Rangga untuk Cinta. Sayangnya stoknya habis. Jadi saya harus menunggu sampai cetakan barunya sampai ke gramedia.

Bagaimana cerita AADC mu teman ? Apakah alasan kalian menonton sama seperti saya yang rindu pada Rangga ? Let me know !

0 comment

leave yout comment here :)