Membaca Kembali Buku-Buku Misteri

Hola! Sebulan lamanya bolos menulis di blog. Alasannya: aduh mau pakai alasan apalagi As, jago banget ngeles 😂. Jadi Bulan Juli ini saya kembali bekerja, bekerja di tempat yang sama tapi dengan roles baru + bekerja setelah ada Rana membuat saya perlu menyesuaikan diri pada banyak hal. Kalau sebelumnya bisa lowong sekali baca buku, menulis di @wanderbook_ dan juga di blog, sekarang karena pagi siang sore bekerja, waktu yang tersisa adalah weekend atau malam hari. Malam biasanya saya sudah KO duluan hehe. Kalau sebelumnya bisa tidur sampai jam 11 malam, bekerja dan punya anak membuat saya jam sembilan sudah ikut terlelap bersama Rana. 

Nah sebulan kembali menulis, saya tak ingin menulis review! Tapi menuliskan pengalaman saya kembali membaca buku-buku misteri setelah sekian lama tidak. Sebetulnya dulu saya tak benar-benar membaca buku yaa, tapi membaca komik. Saya punya dua genre komik favorit: Misteri dan Musik. Komik Misteri tentu disebabkan oleh tak lain dan tak bukan Detective Conan. Membaca Conan membawa saya pada komik detective lainnya seperti Q.E.D dan favorit saya lainnya: Dan Detective School. 

Lepas SMA rasanya hanya Conan yang masih rutin saya baca dan saya beli setiap edisi barunya keluar di Gramedia. Baru-baru ini saya kembali keranjingan membaca buku misteri setelah ikut diskusi & baca bareng Sofa Literasi Bulan lalu yang mengulas Buku Second Sisters karya Chan Ho Kei. Setelah itu saya membaca empat buku misteri di bulan Juli Haha! Lumayan ya. 

Berikut Buku-buku Misteri yang saya baca sepanjang Juni-Juli:

Second Sisters



Berkisah tentang seorang kakak yang ingin tahu kebenaran dibalik kasus bunuh diri yang menimpa adik perempuannya. Ia awalnya menemui seorang detektif kenalannya yaaang~menyerah tak bisa menyelesaikan kasus ini kemudian memberikan kontak detektif kenalannya yang akan bisa dengan mudah menyelesaikan kasus ini, detektif tersebut bernama N, beneran detektif unik dan nyentrik yang misterius. Di sepanjang buku ini kita akan mengikuti banyak isu yang jadi concern kita semua sebagai manusia di jaman digital. Privasi, kemanan data, perundungan daring, perundungan di sekolah yang bentuknya tak lagi fisik, mental health, pelecehan seksual, dan banyak isu lainnya yang membuat pembaca (sayaaa haha) merasa dekat dengan apa yang jadi jalan cerita di buku ini.


Alurnya agak susah ditebak, walaupun beberapa bagian saya nebak-nebak dan benar! haha kangen sekali baca buku misteri / detektif seperti ini! kalau teman-teman suka cerita misteri/detektif, harus coba baca buku ini! :)

The Devotion of Suspect X - Keigo Higashino



Ini buku pertama Keigo yang memunculkan sosok Detective Galileo, seorang Ilmuwan fisika yang suka bantu rekan polisinya menyelesaikan kasus sulit, tentunya dengan latar belakang keilmuan ilmiah yang ia punya.

Hal unik yang bisa ditemui di buku Keigo (setidaknya dari dua bukunya yang sudah saya baca) adalah kalau biasanya kita tahu siapa tersangka di akhir buku, tidak demikian dengan karya Keigo, kita akan tau persis siapa tersangka kasus tersebut diawal buku, nah sepanjang buku kita akan disuguhi plot menarik tentang kelimpungan polisi dalam mengurai kasus, serta bagaimana pelaku melakukan aksi kejahatannya.

Buku ini juga demikian, bercerita tentang seorang Ibu dan anak perempuannya yang membunuh mantan istri sang ibu yang selalu bersikap kasar, serta bagaimana Mr. X alias Ishigami sang ahli Matematika, tetangga mereka berdua, yang ternyata adalah rival Detektif Galileo ketika di kampus dulu, membantu mereka menyembunyikan mayat dan membuat kasus ini sulit ditemukan jalan keluarnya oleh polisi.

Saya merasa penasaran sepanjang buku, namun jujur di bagian akhir, saya malah agak sedikit terenyuh membaca ketulusan hati Ishigami, sang jenius matematika. Kenapa bisa terenyuh?

Duh harus baca. Seru sekali!!!! Kita akan diajak mengikuti alur berpikir ahli matematika & ahli fisika dalam memecahkan masalah, duh. Gak kebayang sama sekali. Ini buku yang membuat kita gak bisa nebak pelaku (karena memang sudah dikisahkan diawal), tapi kita mau ga mau terbawa mengikuti alur dari awal hingga akhir cerita.

Salvation of a Saint - Keigo Higashino




Salvation of a Saint berkisah tentang pembunuhan yang dilakukan Ayane terhadap suaminya yang~ sudah mana menyakiti perasaannya karena ia gak bisa kasih anak, eh selingkuh pula sama murid kesayangannya.

Seperti Devotion of Mr. X, kita sudah dikasih tau diawal siapa pembunuhnya, jadi sepanjang buku kita diajak cari tau cara membunuh dan motif dibelakangnya.
Ini buku #keigohigashino kedua yang saya baca. Jujur saya lebih suka Devotion of Mr. X.

Ini buku kontras sekali kisahnya sama Devotion of Mr. X, apanya yg kontras? Tokoh lelakinya. Tentu di Mr. X, Ishigami jadi pembunuh karena berpikir kelewat logis & bentuk sayang dia ke perempuan yg ia cintai. Di Salvation of a Saint, tokoh laki-lakinya malah arogan sekali. Duh, gimana nih, malah jatuh hati pada sosok pembunuh 🙈.

Bisa jadi saya lebih suka Buku Devotion of Mr. X karena endingnya yang lebih hangat kali ya, tapi kalau dari alur cerita dan sambung menyambung tiap kejadian sampai bikin penasaran, saya lebih suka salvation of a Saint.

Tokoh favorit saya di buku ini adalah Utsumi, detektif perempuan junior yang gak kaleng kaleng intuisinya hihi, suka juga sama interaksi Utsumi - Yukawa - Kusanagi.

Misteri Tujuh Lonceng // The Seven Dials Mystery




Saya mau buat pengakuan dulu haha ini buku Agatha Christie pertama yang saya bacaaaa 🙈 padahal padahal beberapa tahun lalu saya sempat borong buku Agatha Christie (di slide kedua), waktu Sofa Literasi mau bikin baca bareng buku ini, saya cek foto ternyata beli juga misteri tujuh Lonceng, tapi waktu cek rak buku, bukunya lenyap haha dari 10 tinggal 4 buku.

Tokoh favorit saya di buku ini: Superintendent Battle hehe, mirip Bundle yes yes hehe ini saya tulis di story beberapa hari lalu, karena saya merasa saya punya kesamaan sama Bundle. Rada impulsif dan suka ga mikir resiko, Orang-orang seperti Superintendent Battle tuh charming banget hihi.

Bukunya tentang apa? Hmmm singkatnya petualangan Bundle mencari tahu siapa itu Perkumpulan Tujuh Lonceng dan misinya. Walaupun ujungnya cukup plot twist, tapi gak sebegitu mengejutkan. Baca Conan sampai buku edisi 98 tuh bikin gak kaget lagi sama plot twist huhu. Tapi ini tetap seruuu buat saya.

And Then There Were None


Ini baru sekali tamat saya baca sore ini! hihi mumpung weekend kan bisa marathon baca fiksi sehari saja selesai! Pertama kali mendengar tentang buku ini di Selasa Bahas Buku-nya Hayu Maca. Waktu itu penasaran ingin langsung baca, tapi karena tidak ada bukunya baik di rak buku saya maupun di Hayu Maca, jadi absen dulu. Eh gataunya ada di Gramedia Digital, jadi bisa baca ebooknya. 

Seru gak? Seru sekaaaaali hihi, walaupun rasanya agak-agak kenal dengan modelan ceritanya (karena sudah banyak terpapar dengan cerita Agatha Christie lewat Detective Conan huhu) tapi tetap menikmati sekali ceritanya. Katanya sih ini salah satu buku Agatha Christie yang terbaik yaaa, bahkan di awal buku, Agatha sensei menuliskan sendiri kalau dia amat sangat bangga dengan karyanya yang satu ini. Setuju sih. 

Ceritanya tentang apaaa? hehe bisa dicek langsung di Goodreads ya.

0 comment

leave yout comment here :)